<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MENCOBA MENJADI LEBIH BAIK</title>
	<atom:link href="http://andrieska.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andrieska.wordpress.com</link>
	<description>Seputar Ilmu, Pencerahan Hati, Info Herba, Buku dan Majalah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Apr 2011 12:45:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='andrieska.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MENCOBA MENJADI LEBIH BAIK</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://andrieska.wordpress.com/osd.xml" title="MENCOBA MENJADI LEBIH BAIK" />
	<atom:link rel='hub' href='http://andrieska.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Maafmu Malaikatmu</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2010/10/12/maafmu-malaikatmu/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2010/10/12/maafmu-malaikatmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 13:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[al-Baqarah : 109]]></category>
		<category><![CDATA[Maafmu Malaikatmu]]></category>
		<category><![CDATA[Membangun Toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[Meminta Maaf]]></category>
		<category><![CDATA[Syekh Ibrahim bin al-Hamd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Tak cukup waktu seribu tahun untuk memahami wanita? Setidaknya, itulah ungkapan para pakar kejiwaan barat seperti Freud, misalnya. Tapi terkadang kata maaf, cukup bagi wanita untuk mengubah diri dari sosok “kucing yang jinak”. Itulah uniknya wanita, dan demikianlah uniknya manusia. &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2010/10/12/maafmu-malaikatmu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=262&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://andrieska.files.wordpress.com/2010/10/wallpapert_1600x1200.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-265" title="wallpaperT_1600x1200" src="http://andrieska.files.wordpress.com/2010/10/wallpapert_1600x1200.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Tak cukup waktu seribu tahun untuk memahami wanita? Setidaknya, itulah ungkapan para pakar kejiwaan barat seperti Freud, misalnya. Tapi terkadang kata maaf, cukup bagi wanita untuk mengubah diri dari sosok “kucing yang jinak”. Itulah uniknya wanita, dan demikianlah uniknya manusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Membangun Toleransi dengan “Maaf”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa toleransi, tak pernah niscaya. Kita harus membangun toleransi dalam jiwa kita untuk berdamai dengan kedukaan, bersapa akrab dengan kepedihan, berbaur nyaman dengan kegembiraan, dan tak menjadi takabur  segala kelebihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila itu ada pada jiwa kita, demikian juga terhadap orang lain. Bayangkanlah kepenatan hidup ketika setiap kemarahan orang menjadi bencana bagi kita, kebobrokan moral orang menjadi kiamat dalam hidup kita. Ketika kepasrahan memaksa orang berdamai dengan bencana, maka kesadaran manusiawi seharusnya memaksa kita bertoleransi terhadap segala kekurangan orang lain. Itulah makna sejati dari sebuah kata singkat yang mukjizat…: “MAAF”.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Allah berfirman,<br />
<em>“Maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhya Allah menyukai orang-orang berbuat baik.”</em> (al-Maidah : 13)<br />
<em>“Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”</em> (al-Hijr : 85)<br />
<em>“Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguh-Nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”</em> (al-Baqarah : 109)<span id="more-262"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Allah bahkan menyandingkan kata “maaf” dengan peringatan terhadap kiamat. Betapa kata maaf erat sekali hubungannya dengan perjalanan seorang muslim menuju akhirat. Artinya, tanpa menjadi pribadi yang pemaaf, seorang muslim tak akan dapat memasuki Surga yang begitu luhur dan mulia. Surga adalah tempat bagi kaum  pemaaf.</p>
<p style="text-align:justify;">Aisyah –<em> rodhiyallohu ‘anha</em> — menceritakan, “Rasulullah — <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> — bukanlah orang yang kasar dan suka berkata keji, bukan orang yang suka berteriak-teriak di pasar-pasar, tidak suka membalas kejahatan, namun justru suka memaafkan dan toleran.” [1]</p>
<p style="text-align:justify;">Bila rumah tangga bertabur maaf, ia akan tumbuh dengan aura toleransi yang memberi kenikmatan pada setiap anggotanya. Istri akan sangat berbahagia di sisi suami yang pemaaf dan mudah bertoleransi. Begitu pula sebaliknya. Anak-anak akan hidup dalam damai, karena segala kekurangan mereka “dikoreksi”, tanpa “diadili”. Bila pun harus diadili, mereka tak akan diberi sanksi, kecuali sebatas sanksi itu berfungsi baik membangun kebaikan pada diri mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Bila budaya toleransi dibangun baik dalam hidup, maka udara kehidupan akan terasa sejuk, dan nilai-nilai kebajikan akan tumbuh subur laksana jamur di musim  hujan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa itu berarti membiarkan kemungkaran berseliweran (lalu lalang) dalam kehidupan rumah tangga tanpa dicegah dan dikoreksi? Saya yakin pembaca tahu, bahwa bukan itu maksudnya. Karena seorang muslim lebih wajib bertoleransi dengan keridhaan Allah, ketimbang keridhaan umat manusia, sepenuh dunia sekali pun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Antara Memberi dan Meminta Maaf</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Syekh Ibrahim bin al-Hamd, saat menjelaskan kewajiban suami memenuhi kebutuhan istri menegaskan,<br />
“Bukan berarti suami dapat terus-menerus melalaikan hak-hak istrinya. Sebaliknya, ia harus memperhatikannya dan mohon maaf jika ia lalai dalam memenuhi haknya serta mengingatkan pahala yang akan ia terima atas kesabarannya.” [2]</p>
<p style="text-align:justify;">Menjalankan kewajiban, lalu meminta maaf bila melakukan kekurangan. Itu intinya. Seperti memberi maaf, meminta maaf pun butuh dibiasakan. Toleransi dengan maaf adalah perpaduan antara bertoleransi dengan mudah memberi maaf, dan bertoleransi untuk mudah meminta maaf. Keduanya harus seimbang. Tak cukup seseorang banyak memberi maaf kepada siapa pun tanpa ia mudah meminta maaf atas segala kekeliruannya, atau atas segala kemungkinan di mana ia bisa saja keliru tanpa ia menyadarinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita akan  menjadi pribadi yang didekati orang, bila kita bertabur maaf. Orang senang berdekatan dengan kita. Karena kemarahan kita, tak membuat kita “menyegel” derajat orang di depan kita. Karena emosi kita, tak membuat kita merasa patut berlaku zhalim pada siapa pun. Bahkan kezhaliman orang terhadap kita pun tak lantas membuat kita layak melakukan kezhaliman serupa terhadapnya. Berbahagialah orang yang hidup dekat dan berinteraksi rapat dengan orang yang punya segudang maaf di hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi, akan buyar segala penghormatan manusia terhadap orang dengan kekayaan maafnya, bila orang itu selalu merasa pantang memohon maaf bahkan atas kesalahan fatalnya sekali pun terhadap orang lain. Ia hanya pandai memberi, tanpa lihai menawarkan diri. Mudah memberi maaf, tapi sulit meminta maaf.</p>
<p style="text-align:justify;">Cobalah amati firman Allah berikut,<br />
<em>“Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik…”</em><br />
Di akhir ayat, Allah menegaskan,<br />
<em>“Barangsiapa yang melampui batas sesudah itu maka baginya siksa yang sangat pedih.”</em> (al-Baqarah 178)</p>
<p style="text-align:justify;">Meminta maaf dalam Islam disebut tahillah. Proses sederhananya sebenarnya ada dalam konsep tobat, bila terkait dengan hak orang lain.<br />
1. Menyesali perbuatan dosa yang dilakukan.<br />
2. Meninggalkan dosa tersebut.<br />
3. Bertekad tak mengulanginya lagi<br />
4. Mengembalikan hak orang lain, atau meminta dihalalkan atas kesalahannya.<br />
Bila seseorang banyak menggunjing orang lain misalnya, maka taubatnya hanya diterima bila ia menyesali kenapa ia sampai menggunjing sahabatnya itu. Lalu ia tinggalkan kebiasaan menggunjingnya. Setelah itu tanamkan tekad tak akan mengulanginya. Baru sesudah itu, minfa maaf.</p>
<p style="text-align:justify;">Haruskan maaf itu dilafalkan di hadapan orang yang kepadanya kita meminta dimaafkan atau dihalalkan kekeliruan kita? Ada dua kemungkinan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama,</strong> itu wajib bila diyakini meminta maaf tak menimbulkan kekisruhan dan kemudaratan yang lebih besar. Contohnya, tak dikhawatirkan orang itu malah mengamuk, memukul, atau memutuskan hubungan persaudaraan keislaman misalnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua,</strong> tak perlu bahkan tak boleh diucapkan bila kemungkinan mudharat dan bahaya lebih besar itu terlihat nyata. Maka, permohonan maaf itu dapat diganti dengan memperbaiki sikap kita di hadapan orang tersebut, memberinya hadiah, membantu dia keluar dari kesulitan hidup, dan banyak-banyak membicarakan kebaikan orang tersebut di hadapan siapa saja. Karakter yang seolah-olah sudah dibunuhnya selama ini,  hendaknya dihidupkan kembali secara lebih nyata. Itu singkatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa ini perlu saya tegaskan? Karena ada muslim yang berpandangan bahwa Islam mengajarkan kita memberi maaf, tapi tidak untuk meminta maaf. Itu keliru. Karena meminta dan memberi maaf, masing-masing memiliki keutamaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan orang tak layak disebut utama, bila ia hanya bisa memberi maaf tanpa bisa memintanya, atau selalu meminta maaf tapi begitu payah dalam memberi maaf. Yang terakhir ini bahkan lebih parah lagi. Karena orang yang banyak meminta maaf tanpa mudah memberi maaf adalah orang egois dalam  makna yang paling menyebalkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai penutup, harus pula kita ingatkan bahwa segala sesuatu tidaklah boleh berlebihan. Begitu juga meminta atau memberi maaf. Tak boleh memberi maaf hingga pada batas melalaikan amar ma’ruf nahi munkar. Tak apik seseorang terlalu banyak meminta maaf sampai-sampai ungkapan itu hanya menjadi pemoles bibir saja. Banyak meminta maaf, lalu berbuat kekeliruan yang sama lebih banyak lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang seperti itu tak butuh diingatkan untuk banyak mengumbar permintaan maaf, tapi cukup diberi penyadaran bahwa meminta maaf pun ada konsekuensinya. Jangan cuma minta maaf, tapi yang penting kesalahan itu jangan diulangi lagi! (***)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Catatan kaki:</span></em></strong><br />
[1] Dikeluarkan oleh at-Tirmidzi dalam al-Birr, no. 2017.  Diriwayatkan oleh Thayalisi (2423), Ahmad (VI :  174, 236, dan 246) sanad-nya shahih, bagian pertama darinya dikuatkan oleh beberapa syahid pada Abû Syekh, hal. 37).<br />
[2]  Lihat: Min Akhtha al-Azwaj, Ibrahim al-Hamd, hlm. 45-49. Dalam buku ini, terdapat hadits yang menjelaskan tentang kelalaian suami terhadap istrinya dari sisi ini beserta cara mengatasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=262&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2010/10/12/maafmu-malaikatmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andrieska.files.wordpress.com/2010/10/wallpapert_1600x1200.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wallpaperT_1600x1200</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagai Cara Mengajari Anak Puasa</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2010/10/12/berbagai-cara-mengajari-anak-puasa/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2010/10/12/berbagai-cara-mengajari-anak-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Oct 2010 13:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>
		<category><![CDATA[al-Baqarah]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagai Cara Mengajari Anak Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Diriwayatkan dari Ibnu Sirin]]></category>
		<category><![CDATA[Qatadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Dalam jajaran 12 bulan setahun, Ramadhan adalah bulan paling penuh berkah, paling banyak menyimpan keutamaan, paling sarat dengan kandungan ibadah dan paling berlimpah keistimewaannya. Maka, bulan ini layak disebut dengan bulan yang penuh misteri dan keajaiban. Kalau menilik sisi-sisi keutamaannya, &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2010/10/12/berbagai-cara-mengajari-anak-puasa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=259&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<div id="attachment_260" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://andrieska.files.wordpress.com/2010/10/850012.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-260" title="payung" src="http://andrieska.files.wordpress.com/2010/10/850012.jpg?w=150&#038;h=100" alt="" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">payung</p></div>
<p>Dalam jajaran 12 bulan setahun, Ramadhan adalah bulan paling penuh berkah, paling banyak menyimpan keutamaan, paling sarat dengan kandungan ibadah dan paling berlimpah keistimewaannya. Maka, bulan ini layak disebut dengan bulan yang penuh misteri dan keajaiban.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau menilik sisi-sisi keutamaannya, sebenarnya klimaks berbagai keajaiban itu berpangkal dari dua sisi terpenting:<br />
- Dari sisi keutamaan bulan Ramadhan itu sendiri.<br />
- Dari sisi berbagai jenis ibadah yang terkandung di dalamnya.<br />
- Di bulan Ramadhan inilah berkerumun beragam jenis ibadah, mulai dari puasa dan qiyamul lail atau shalat Tarawih, sebagai bagian terpentingnya, hingga ibadah-ibadah sunnah seperti I’tikaf, banyak bersedekah, memberi makan sesama orang yang berbuka puasa, dan, masih banyak lagi ibadah-ibadah lain, yang diisyaratkan secara khusus, atau masuk dalam cakupan ibadah-ibadah yang disunnahkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Butuh Pelatihan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk merengkuh pelbagai keistimewaan bulan Ramadhan, ada semacam “pelatihan” yang harus dilakukan setiap muslim dan muslimah. Menahan lapar dan dahaga secara apik dan nyaman, perlu pelatihan semenjak dini. Demikian juga, menjalankan ibadah-ibadah sunnah di bulan suci, seperti shalat Tarawih berjamaah, tak akan mudah dilalui secara indah dan menyenangkan, kecuali melalui pelatihan kejiwaan. Dan itu akan lebih optimal, bila sudah dibiasakan semenjak usia kanak-kanak.<span id="more-259"></span></p>
<p style="text-align:justify;">مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ<br />
<em>“Perintahkanlah anakmu shalat pada usia tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena meninggalkannya pada usia sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”</em> [Shahih Sunan Abu Dawud (466)]</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjadi ahli shalat, ternyata seorang mukmin harus mendapatkan pendidikan shalat secara amat dini. Di sini, peran serta orang tua amat menentukan jejak keberhasilan tersebut. Maka, demikian juga dengan berpuasa di bulan Ramadhan, atau ibadah-ibadah lain di bulan suci itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Orangtua, hendaklah membiasakan anak-anaknya untuk mengerjakan puasa. Hal itu untuk melatih mereka mengerjakan ibadah dengan baik. Umar rodhiyallohu ‘anhu berkata kepada seorang yang mabuk pada bulan Ramadhan,<br />
“Celaka engkau, anak-anak kami saja berpuasa!” lalu Umar mencambuknya.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhaari juz II : 692]</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari Ibnu Sirin, Qatadah dan az-Zuhri bahwa mereka berpendapat, “Anak-anak diperintahkan shalat apabila ia sudah dapat membedakan tangan kanan dan tangan kiri. Dan disuruh berpuasa apabila sudah mampu.”</p>
<p style="text-align:justify;">Itu terkait puasa. Demikian pula dengan shalat malam. Bulan Ramadhan disebut sebagai syahru shiyaam (bulan puasa) dan juga syahru qiyaam (bulan shalat malam). Karena, di bulan inilah kaum muslimin, tua maupun muda, berbondong-bondong melaksanakan shalat malam secara berjamaah, yaitu yang lebih dikenal dengan istilah shalat Tarawih.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti puasa, kebiasaan shalat Tarawih berjamaah harus ditanamkan pada anak-anak, semenjak dini sekali. Bukan saja kebiasaan untuk menyelesaikan sekian belas rakaat shalat Tarawih hingga satu bulan penuh, tapi juga kebiasaan menikmati shalat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah berfirman,<br />
<em>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,…” </em>(Al-Baqarah : 45)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Melatih Anak-anak Berpuasa?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Bila semenjak kanak-kanak kaum muslimin sudah dianjurkan berlatih berpuasa, lalu bagaimana orang tua mulai melatih anak-anaknya?</p>
<p style="text-align:justify;">Ada banyak cara klasik yang diterapkan orang-orang tua kita, dan selama itu tidak berlawanan dengan prinsip-prinsip syariat, tidak ada nash yang melarangnya, maka setiap upaya itu adalah baik, karena masuk dalam kategori pembiasaan beribadah yang sangat dianjurkan dalam Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian orang tua kita dulu kadang mengajak anak-anak mereka berpuasa sebatas kemampuan mereka. Kita tidak sebut ‘puasa’, karena puasa punya definisi tersendiri, tapi bisa kita sebut ‘menahan makan dan minum’. Sebagian kita dilatih orang tua untuk menahan diri dari makan dan minum mungkin hingga tengah hari saja. Lalu di hari-hari kemudian, waktu diperpanjang menjadi mendekati waktu Ashar. Begitu seterusnya sehingga tanpa sadar kita telah mampu berpuasa hingga tenggelam matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara seperti itu sah-sah saja. Karena yang diajak membiasakan diri adalah anak-anak yang belum mukallaf, belum aqil baligh, sehingga berpuasa bagi mereka belumlah diwajibkan. Tapi pembiasaan secara perlahan itu sesuai dengan kaidah syariat yang kerap mendidik secara bertahap, seperti tahap pengharaman khamr atau minuman keras di awal Islam dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Ibarat membiasakan orang berhenti merokok. Sebagian bisa melakukannya secara bertahap, tapi ada pula yang justru harus secara spontanitas. Kondisi mental, emosional, dan karakter kejiwaan sangat menentukan cara terbaik mana yang dipilih untuk menanamkan pembiasaan itu secara aman dan terkendali.</p>
<p style="text-align:justify;">Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz rohimahulloh bercerita tentang pelaksanaan puasa di bulan Ramadhan,<br />
“Kemudian kami mengerjakan puasa (bulan Ramadhan), dan kami menyertakan anak-anak kami berpuasa. Kami memberikan kepada mereka mainan dari bulu. Apabila salah seorang dari mereka menangis meminta makanan kami memberikan mainan itu kepadanya hingga waktu berbuka tiba.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhaari juz II : 692 dan Muslim juz II : 798 nomor 136 dalam kitab ash-Shiyam.]</p>
<p style="text-align:justify;">Ini salah satu cara lain yang bisa dipilih untuk tujuan tersebut. Juga sangat klasik, di mana seorang anak dibuat “lupa” atau “tak menyadari” kondisi laparnya. Untuk masa sekarang ini, bisa digunakan games yang aman, yang isinya edukatif, agar anak-anak tersebut menghabiskan waktunya tanpa merasakan lapar. Saat datang waktu shalat, ajak mereka ke masjid. Dan bila lelah, biarkan mereka tidur. Bangun tidur, boleh saja membiarkan mereka kembali bermain sehingga datang waktu Maghrib.</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin sebagian akan menukas, “Lho, bukankah dalam berpuasa kita dianjurkan banyak beribadah? Kenapa pula membiarkan anak-anak banyak bermain seperti itu?”</p>
<p style="text-align:justify;">Ada dua versi jawaban sederhana. Pertama, itulah yang diterapkan sebagian ulama as-Salaf dahulu, dengan dasar, bahwa tujuan utama di sini adalah melatih dan membiasakan anak-anak berpuasa. Itu tujuan besar, melatih melaksanakan kewajiban, bahkan juga salah satu rukun Islam. Maka, bila untuk tujuan tersebut, anak-anak dibiarkan melakukan hal-hal yang mubah –asal tidak berlebihan– tentu boleh-boleh saja, bahkan bagus. Membiarkan anak-anak mengerjakan yang mubah agar terbiasa mengerjakan yang wajib. Ini sesuai dengan kaidah syariat Islam yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, anak-anak tak dapat dipisahkan dari dunia bermain. Dalam kondisi wajar tidak berpuasa saja, sebaiknya anak-anak dibiarkan bermain. Sedangkan Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam saja membiarkan Aisyah bermain dengan teman-teman perempuannya padahal ia sudah menjadi istri beliau saat itu. Itu menunjukkan bahwa Islam menoleransi anak-anak dengan dunia bermain mereka, asalkan tak berlebihan.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka, bermain-main seperti itu tentu berbeda bila dilakukan anak-anak, dibandingkan dengan bila dilakukan orang dewasa. Bagi kita yang sudah aqil baligh, sudah dewasa, tentu bermain-main di sini bisa menjadi lagha, hal yang sia-sia, yang meskipun tidaklah haram tapi tidak layak dilakukan di bulan suci Ramadhan di mana setiap kita dianjurkan memperbanyak ibadah dan pendekatan diri kepada Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Cara lain yang bisa ditempuh –dan ini adalah cara terbaik dalam lintas kaidah-kaidah Islam– dengan memberi contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Artinya, tunjukkanlah keistimewaan berpuasa melalui sikap dan perilaku keseharian. Bila anak-anak melihat orang tuanya terlihat jauh lebih penyabar saat berpuasa, lebih taat kepada Allah, lebih banyak beribadah, lebih mampu melimpahkan kasih sayangnya pada anak-anak mereka, lebih banyak bersedekah, sering mengajak orang lain berbuka di rumah, dan setumpuk kebajikan-kebajikan lain yang bernilai istimewa di mana anak-anak, maka semua itu bisa menjadi dorongan dan motivasi hebat bagi anak-anak untuk meneladani orang tua mereka. Betapa Islam adalah keteladanan belaka. Itulah yang kita yakini,<br />
<em><br />
<em>“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu….”</em></em> (al-Baqarah : 143)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/259/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/259/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/259/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=259&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2010/10/12/berbagai-cara-mengajari-anak-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andrieska.files.wordpress.com/2010/10/850012.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">payung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENGOBATI SIHIR DENGAN SIHIR</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2009/07/01/mengobati-sihir-dengan-sihir/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2009/07/01/mengobati-sihir-dengan-sihir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 09:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syaikh Abdurrohman bin Nashir al-Barrak – hafizhohulloh - Pertanyaan: Bolehkah menghilangkan sihir dengan sihir ketika diperlukan? Jawaban: Alhamdulillah, mengobati atau menghilangkan sihir disebut dengan istilah “nusyroh.” Jabir telah meriwayatkan bahwa Rosululloh – shollallohu ‘alaihi wa sallam - ditanya tentang &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2009/07/01/mengobati-sihir-dengan-sihir/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=251&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><img class="alignnone size-full wp-image-255" title="swamp" src="http://andrieska.files.wordpress.com/2009/07/swamp1.jpg?w=482&#038;h=197" alt="swamp" width="482" height="197" /></h2>
<h2>Oleh: Syaikh Abdurrohman bin Nashir al-Barrak – <em>hafizhohulloh </em>-</h2>
<p><strong><em>Pertanyaan:</em></strong><br />
Bolehkah menghilangkan sihir dengan sihir ketika diperlukan?</p>
<p><strong><em>Jawaban:</em></strong><br />
<em>Alhamdulillah</em>, mengobati atau menghilangkan sihir disebut dengan istilah “<em>nusyroh</em>.”<br />
Jabir telah meriwayatkan bahwa Rosululloh – <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam </em>- ditanya tentang nusyroh. Lalu beliau menjawab, “Itu adalah perbuatan setan.” Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang jayyid dan juga oleh Abu Daud.</p>
<p>Pengobatan sihir dengan sihir mengharuskan pergi menuju tukang sihir, bertanya tentang siapa yang melakukan sihir dan dimana tempatnya, dalam rangka untuk membatalkan sihir yang pertama. Dan telah maklum bahwa tukang sihir adalah salah satu jenis dukun. Padahal telah shohih dari Nabi – <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam </em>- (sabda beliau):</p>
<p>من أتى عرافا أو كاهنا فسأله ، فصدقه بما يقول ، فقد كفر بما أنزل على محمد<br />
<em><br />
“Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun, lalu bertanya kepadanya dan membenarkan perkataannya, maka dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.”<span id="more-251"></span></em></p>
<p>Berdasarkan hal ini, maka tidak boleh menghilangkan sihir dengan sihir juga, karena hal itu merupakan perbuatan setan. Sedangkan bertanya kepada tukang sihir berkonsekuensi pembenaran terhadapnya.</p>
<p>Imam Ibnul Qoyyim berkata, “Nusyroh adalah menghilangkan sihir dari orang yang terkena sihir. Dan hal ini ada dua macam:<br />
- Menghilangkan sihir dengan sihir semisalnya. Inilah yang termasuk perbuatan setan. Dan kepadanyalah dibawa perkataan al-Hasan, ‘Sihir tidak dihilangkan kecuali oleh tukang sihir.’ Maka orang yang menghilangkan sihir dan orang yang dilakukan amalan nusyroh ini mendekatkan diri kepada setan dengan apa yang dicintai setan, sehingga membatalkan amalannya dari orang yang terkena sihir.<br />
- Yang kedua, nusyroh dengan ruqyah, bacaan ta’awwudz dan doa-doa yang mubah. Maka ini boleh.”<br />
<em>Wallohu a’lam.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=251&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2009/07/01/mengobati-sihir-dengan-sihir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andrieska.files.wordpress.com/2009/07/swamp1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">swamp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEMONSTRASI DI MATA ISLAM</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/demonstrasi-di-mata-islam/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/demonstrasi-di-mata-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 10:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serba-Serbi Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya aksi demo akhir-akhir ini membuat kita bertanya-tanya? bagaimana sebenarnya Islam memandang Demonstrasi? Apakah ini bagiana dari amar ma’ruf nahi munkar? berikut penjelasan Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar yang diambil dari majalah ADz-Dzakirah, Demonstrasi adalah bid’ah ditinjau dari berbagai sudut &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/demonstrasi-di-mata-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=205&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span lang="FR">Maraknya aksi demo akhir-akhir ini membuat kita bertanya-tanya? bagaimana sebenarnya Islam memandang Demonstrasi? Apakah ini bagiana dari amar ma’ruf nahi munkar? berikut penjelasan </span><span style="font-size:12pt;" lang="FR">Syaikh Su’aiyyid bin Hulaiyyil Al-Umar yang diambil dari majalah ADz-Dzakirah,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:12pt;" lang="FR"><!--[endif]--></span><span lang="FR">Demonstrasi adalah bid’ah ditinjau dari berbagai sudut pandang.</span></p>
<p>Pertama.<br />
Demonstrasi ini digunakan untuk menolong agama Allah, dan meninggikan derajat kaum muslimin, lebih-lebih di negeri-negeri Islam.</p>
<p>Dengan demikian, menurut pelakunya, demonstrasi merupakan ibadah, bagian dari jihad. Sedangkan kita telah memahami, bahwa hukum asal ibadah adalah terlarang, kecuali jika ada dalil yang memerintahkannya.</p>
<p>Dari sudut pandang ini, demonstrasi merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan di dalam agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :</p>
<p>“Artinya : Siapa saja yang membuat ajaran baru dalam agama ini dan bukan termasuk bagian darinya maka akan tertolak” [HR Muttafaqun Alaih]</p>
<p>Diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari secara mu’allaq.</p>
<p>“Artinya : Siapa saja yang melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan, maka amalan tersebut tertolak”.</p>
<p>Kedua.<br />
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkena fitnah dan ujian para sahabat sepeninggal beliau juga demikian, seperti peperangan dengan orang-orang murtad, tidak ketinggalan pula umat beliau selama berabad-abad juga diuji. Akan tetapi mereka semua tidak demonstrasi. Jika demonstrasi itu baik, tentunya mereka akan mendahului kita untuk melakukannya.</p>
<p><span id="more-205"></span>Ketiga<br />
Sebagian orang menisbatkan demonstrasi kepada Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, dan ini sama sekali tidak benar, karena keshahihan riwayatnya tidak diakui oleh para ulama. Maka penisbatan demonstrasi kepada Umar merupakan kedustaan atas nama beliau sang pembeda (Al-Faruq) Radhiyallahu ‘anhu yang masuk Islam terang-terangan dan berhijrah di siang bolong.</p>
<p>Keempat<br />
Di dalam demonstrasi ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir, padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Siapa saja yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” [HR Abu Dawud dengan sanad yang hasan]</p>
<p>Hal ini dikarenakan demonstrasi tidak dikenal dalam sejarah kaum muslimin kecuali setelah mereka bercampur baur dengan orang-orang kafir.</p>
<p>Kelima<br />
Demonstrasi secara umum tidak akan bisa digunakan untuk membela kebenaran dan tidak akan bisa digunakan untuk mengugurkan kebatilan. Terbukti, seluruh dunia demonstrasi untuk menghentikan kebengisan Yahudi di Palestina, apakah kebiadaban Yahudi berhenti? Atau apakah kejahatan mereka semakim menjadi-jadi karena melihat permohonan tolong orang-orang lemah ?!!</p>
<p>Jika ada orang yang mengatakan : Demonstrasi merupakan perwujudan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Maka kita katakan : Kemungkaran tidak boleh diingkari dengan kemungkaran yang semisalnya. Karena kemungkaran tidak akan diingkari kecuali oleh orang yang bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga dia akan mengingkari kemungkaran tersebut atas dasar ilmu dan pengetahuan. Tidak mungkin kemungkaran bisa diingkari dengan cara seperti ini.</p>
<p>Keenam.<br />
Termasuk misi rahasia sekaligus segi negative demonstrasi adalah, bahwa demonstrasi merupakan alat dan penyebab habisnya semangat rakyat, karena ketika mereka keluar, berteriak-teriak dan berkeliling di jalanan, maka mereka kembali ke rumah-rumah mereka dengan semangat yang telah sirna serta kecapaian yang luar biasa.</p>
<p>Padahal, yang wajib bagi mereka adalah menggunakan semangat tersebut untuk taat kepada Allah, mempelajari ilmu yang bermanfaat, berdo’a dan mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh, sebagai bentuk pengamalan firman Allah.</p>
<p>“Artinya : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya ; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” [Al-Anfaal : 60]</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><em>Halaman ke-2 dari 2</em></strong></p>
<p>Ketujuh<br />
Di dalam demonstrasi tersimpan kemungkaran yang begitu banyak, seperti keluarnya wanita (ikut serta demonstrasi, padahal seharusnya dilindungi di dalam rumah, bukan dijadikan umpan,-pent), demikian juga anak-anak kecil, serta adanya ikhtilath, bersentuhannya kulit dengan kulit, berdua-duan antara laki-laki dan perempuan, ditambah lagi hiasan berupa celaan, umpatan keji, omongan yang tidak beradab ? Ini semua menunjukkan keharaman demonstrasi.</p>
<p>Kedelapan<br />
Islam memberikan prinsip, bahwa segala sesuatu yang kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya, maka dihukumi haram.</p>
<p>Mungkin saja demonstrasi berdampak pada turunnya harga barang-barang dagangan, akan tetapi kerusakannya lebih banyak dari kemaslahatannya, lebih-lebih jika berkedok agama dan membela tempat-tempat suci.</p>
<p>Kesembilan<br />
Demonstrasi, terkandung di dalamnya kemurkaan Allah dan juga merupakan protes terhadap takdir, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.</p>
<p>“Artinya : Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan menguji mereka. Jika mereka ridho, maka mereka akan diridhoi oleh Allah. Jika mereka marah, maka Allah juga marah kepada mereka”.</p>
<p>Sebelum perang Badr Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighatsah (memohon pertolongan di waktu genting,-pent) kepada Allah.</p>
<p>“Artinya : (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut” [Al-Anfaal : 9]</p>
<p>Beliau juga merendahkan diri kepadaNya sampai selendang beliau terjatuh, Beliau memerintahkan para sahabat untuk bersabar menghadapi siksaan kaum musyrikin. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya sama sekali tidak pernah mengajak demonstrasi padahal keamanan mereka digoncang, mereka disiksa dan didzalimi. Maka, demonstrasi bertentangan dengan ajaran kesabaran yang diperintahkan oleh Allah ketika menghadapi kedzaliman para penguasa, dan ketika terjadi tragedi dan musibah.</p>
<p>Kesepuluh<br />
Demonstrasi merupakan kunci yang akan menyeret pelakunya untuk memberontak terhadap para penguasa, padahal kita dilarang melakukan pemberontakan dengan cara tidak membangkang kepada mereka.</p>
<p>Betapa banyak demonstrasi yang mengantarkan suatu negara dalam kehancuran, sehingga timbullah pertumpahan darah, perampasan kehormatan dan harta benda serta tersebarlah kerusakan yang begitu luas.</p>
<p>Kesebelas.<br />
Demonstasi menjadikan orang-orang dungu, wanita dan orang-orang yang tidak berkompeten bisa berpendapat, sehingga mungkin tuntutan mereka dipenuhi meskipun merugikan mayoritas masyarakat, sehingga dalam perkara yang besar dan berdampak luas orang-orang yang bukan ahlinya ikut berbicara.</p>
<p>Bahkan orang-orang dungu, jahat dan kaum wanita merekalah yang banyak mengobarkan demonstrasi, dan mereka yang mengontak dan memprovokasi massa (!)</p>
<p>Kedua belas.<br />
Para pengobar demonstrasi senang terhadap siapa saja yang berdemo dengan mereka, walaupun dia seorang pencela sahabat Nabi, tukang ngalap berkah dari kuburan-kuburan bahkan sampaipun orang-orang musyrik, sehingga akan anda dapati seorang yang berdemo dengan mengangkat Al-Qur’an, disampingnya mengangkat salib (Nasrani), yang lain membawa bintang Dawud (Yahudi), dengan demikian maka demonstrasi merupakan lahan bagi setiap orang yang menyimpang, kafir dan ahli bid’ah.</p>
<p>Ketiga belas<br />
Hakikat para demonstran adalah orang-orang yang hidup di dunia menebarkan kerusakan, mereka membunuh, merampas, membakar, mendzalimi jiwa dan harta benda. Sampai-sampai ada seorang pencuri menyatakan : Sesungguhnya kami gembira jika banyak demonstrasi, karena hasil curian dan rampasan menjadi banyak bersamaan dengan berjalannya para demonstran (!).</p>
<p>Kempat belas<br />
Para pendemo hakekatnya, mengantarkan jiwa mereka menuju pembunuhan dan siksaan, berdasarkan firmanNya.</p>
<p>“Artinya : Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” [An-Nisaa : 29]</p>
<p>Karena pasti akan terjadi bentrokan antara para demosntran dan petugas keamanan, sehingga mereka akan disakiti dan dihina, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.</p>
<p>“Artinya : Seorang mukmin tidak boleh menghinakan dirinya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya : Bagaimana seorang mukmin menghinakan dirinya ? Beliau menjelaskan : (yakni) dia menanggung bencana diluar batas kemampuannya” [HR Turmudzi, hasan]</p>
<p>Sebagai penutup, saya memohon kepada Allah agar menampakkan kepada kita, yang benar itu benar, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Demikian juga, semoga Allah melindungi kita dari fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, serta mengampuni dosa-dosa kita, kedua orang tua dan para ulama kita. Tidak lupa pula semoga Allah memberikan taufiqNya kepada para penguasa muslim agar mereka memberikan yang terbaik bagi negeri dan rakyat mereka, dan lebih dari itu semoga Allah menolong para penguasa muslim tersebut untuk berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya. Amin. Semoga Allah memberikan shalawat dan salamNya kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarganya.</p>
<p>[Majalah Al-Asholah edisi-38 halaman 76-80. Diterjemahkan Imam Wahyudi Lc]</p>
<p>[Disalin dari majalah Adz-Dzkhiirah Al-Islamiyyah Vol 5 No. 5 Edisi 29-Rabiuts Tsani 1428H, Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad As-Salafy Surabaya. Jl.Sidotopo Kidul No. 51 Surabaya]</p>
<p>www.arifardiyansah.wordpress.com</p></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andrieska.wordpress.com/205/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andrieska.wordpress.com/205/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=205&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/demonstrasi-di-mata-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>دورة إمام دار الهجرة العلمية السابعة المقامة في مسجد القبلتين بالمدينة النبوي</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/%d8%af%d9%88%d8%b1%d8%a9-%d8%a5%d9%85%d8%a7%d9%85-%d8%af%d8%a7%d8%b1-%d8%a7%d9%84%d9%87%d8%ac%d8%b1%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%b9%d9%84%d9%85%d9%8a%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%b3%d8%a7%d8%a8%d8%b9%d8%a9-%d8%a7/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/%d8%af%d9%88%d8%b1%d8%a9-%d8%a5%d9%85%d8%a7%d9%85-%d8%af%d8%a7%d8%b1-%d8%a7%d9%84%d9%87%d8%ac%d8%b1%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%b9%d9%84%d9%85%d9%8a%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%b3%d8%a7%d8%a8%d8%b9%d8%a9-%d8%a7/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bahasa Arab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[عقيدة أصحاب الحديث للإمام أبي عثمان الصابوني رحمه الله تعالى شرح فضيلة الشيخ فهد بن سليمان الفهيد حفظه الله تعالى بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين وصلى الله وسلم على بينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/%d8%af%d9%88%d8%b1%d8%a9-%d8%a5%d9%85%d8%a7%d9%85-%d8%af%d8%a7%d8%b1-%d8%a7%d9%84%d9%87%d8%ac%d8%b1%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%b9%d9%84%d9%85%d9%8a%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%b3%d8%a7%d8%a8%d8%b9%d8%a9-%d8%a7/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=201&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:36pt;color:black;">عقيدة </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:22.7pt;" dir="rtl" align="right">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:22.7pt;" dir="rtl" align="right"><strong><span style="font-size:48pt;font-family:Andalus;color:black;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:22.7pt;" dir="rtl" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:22.7pt;" dir="rtl" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:30pt;color:black;">أصحاب الحديث</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:22.7pt;" dir="rtl" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:22.7pt;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:22pt;font-family:'DecoType Naskh Variants';color:black;">للإمام أبي عثمان الصابوني</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:22.7pt;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:22pt;font-family:'DecoType Naskh Variants';color:black;">رحمه الله تعالى</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:22pt;font-family:'Traditional Arabic';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center"><strong><span style="font-size:28pt;font-family:Andalus;">شرح فضيلة الشيخ</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:26pt;font-family:'DecoType Thuluth';">فهد بن سليمان الفهيد</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';">حفظه الله تعالى</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" dir="rtl" align="center"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">بسم الله الرحمن الرحيم</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';"> الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين وصلى الله وسلم على بينا محمد وعلى آله وصحبه            أجمعين. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">أما بعد فإني لما وردتُ آمد طبرستان وبلاد جيلان متوجها إلى بيت الله الحرام وزيارة مسجد نبيه محمد صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الكرام، سألني إخواني في الدين أن أجمع لهم فصولا في أصول الدين التي استمسك بها الذين مضوا من أئمة الدين وعلماء المسلمين والسلف الصالحين، وهدوا ودعوا الناس إليها في كل حين، ونهوا عما يضادها وينافيها جملة المؤمنين المصدقين المتقين، ووالوا في اتباعها وعادوا فيها، وبدّعوا وكفّروا من اعتقد غيرها، وأحرزوا لأنفسهم ولمن دعوهم إليها بركتها وخيرها، وأفضوا إلى ما قدموه من ثواب اعتقادهم لها، واستمساكهم بها، وإرشاد العباد إليها، وحملهم إياهم عليها، فاستخرت الله تعالى وأثبت في هذا الجزء ما تيسر منها على سبيل الاختصار، رجاء أن ينتفع به أولو الألباب والأبصار، والله سبحانه يحقق الظن، ويجزل علينا المنّ بالتوفيق والاستقامة على سبيل الرشد والحق بمنه وفضله.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">قلت وبالله التوفيق.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';"><br />
أصحاب الحديث &#8211; حفظ الله تعالى أحياءهم ورحم أمواتهم &#8211; يشهدون لله تعالى بالوحدانية، وللرسول صلى الله عليه وآله وسلم بالرسالة والنبوة، ويَعرِفُونَ ربهم عز وجل بصفاته التي نطق بها وحيه وتنزيله، أو شهد له بها رسوله صلى الله عليه وسلم على ما وردت الأخبار الصحاح به، ونقلت العدول الثقات عنه، ويثبتون له جل جلاله ما أثبته لنفسه في كتابه، وعلى لسان رسوله صلى الله عليه وسلم، ولا يعتقدون تشبيها لصفاته بصفات خلقه، فيقولون:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">إنه خلق آدم بيديه، كما نص سبحانه عليه في قوله- عز من قائل: ﴿قال يا إبليس ما منعك أن تسجد لما خلقتُ بيدي﴾ ولا يحرفون الكلم عن مواضعه بحمل اليدين على النعمتين، أو القوتين، تحريف المعتزلة الجهمية، أهلكهم الله، ولا يكيفونهما &#8211; بكيف أو شبهها &#8211; بأيدي المخلوقين، تشبيه المشبهة- خذلهم الله &#8211; وقد أعاذ الله تعالى أهل السنة من التحريف والتشبيه والتكييف، ومنَّ عليهم بالتعريف والتفهيم، حتى سلكوا سبيل التوحيد والتنزيه، وتركوا القول بالتعطيل والتشبيه، واتبعوا قول الله عز وجل: ( ليس كمثله شيء وهو السميع البصير) . وكما ورد القرآن بذكر اليدين بقوله : ( لما خلقت بيدي ) وقوله : ( بل يداه مبسوطتان ينفق كيف يشاء ) ووردت الأخبار الصحاح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم بذكر اليد كخبر محاجة موسى وآدم وقوله له : ( خلقك الله بيده وأسجد لك ملائكته ) ومثل قوله صلى الله عليه وسلم : ( لا أجعل صالح ذرية من خلقته بيدي كمن قلت له : كن فكان ) وقوله صلى الله عليه وسلم : ( خلق الله الفردوس بيده )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';"> </span><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';"><br />
[قولهم في الصفات]</span><span id="more-201"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">وكذلك يقولون في جميع الصفات التي نزل بذكرها القرآن، ووردت بها الأخبار الصحاح &#8211; من السمع والبصر والعين والوجه والعلم والقوة والقدرة، والعزة والعظمة والإرادة، والمشيئة والقول والكلام ، والرضى والسخط والحب والبغض والفرح والضحك وغيرها &#8211; من غير تشبيه لشيء من ذلك بصفات المربوبين المخلوقين، بل ينتهون فيها إلى ما قاله الله تعالى، وقاله رسوله صلى الله عليه وآله وسلم من غير زيادة عليه ولا إضافة إليه، ولا تكييف له ولا تشبيه، ولا تحريف ولا تبديل ولا تغيير، ولا إزالة للفظ الخبر عما تعرفه العرب، وتضعه عليه بتأويل منكر يستنكر ، ويجرون على الظاهر، ويَكِلُون علمه إلى الله تعالى، ويقرون بأن تأويله لا يعلمه إلا الله، كما أخبر الله عن الراسخين في العلم أنهم يقولونه في قوله تعالى: (والراسخون في العلم يقولون: آمنا به، كل من عند ربنا. وما يذكر إلا أولو الألباب).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">وآيات الكتاب وأخبار الرسول صلى الله عليه وسلم الصحيحة المنيرة الناطقة بهذه الصفات وغيرها كثيرة يطول الكتاب بإحصائها، وذكر اتفاق الملة وعلمائها على صحة تلك الأخبار الواردة بها، وأكثرها مخرج بالأسانيد الصحيحة في «كتاب الانتصار» وشرطنا في أول هذا الكتاب الاختصار والاقتصار على أدنى المقدار دون الإكثار برواية الأخبار وذكر أسانيدها الصحيحة عند نقله الآثار ومصنفي المسانيد الصحاح الكبار.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">[القرآن كلام الله غير مخلوق]</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">ويشهد أهل الحديث ويعتقدون أن القرآن كلام الله وكتابه، ووحيه وتنزيله غير مخلوق، ومن قال بخلقه واعتقده فهو كافر عندهم، والقرآن الذي هو كلام الله ووحيه هو الذي ينزل به جبريل على الرسول صلى الله عليه وسلم قرآنا عربيا لقوم يعلمون، بشيراً ونذيراً، كما قال عز وجل : (وإنه لتنزيل رب العالمين. نزل به الروح الأمين. على قلبك لتكون من المنذرين، بلسان عربي مبين) وهو الذي بلغه الرسول صلى الله عليه وسلم أمته، كما أمر به في قوله تعالى: (يا أيها الرسول بلغ ما أنزل إليك من ربك) فكان الذي بلغهم بأمر الله تعالى كلامه عز وجل، وفيه قال صلى الله عليه وسلم: أتمنعوني أن أبلغ كلام ربي ” وهو الذي تحفظه الصدور، وتتلوه الألسنة ويكتب في المصاحف، كيفما تصرف بقراءة قارئ ولفظ لافظ، وحفظ حافظ، وحيث تلي، وفي أي موضع قرىء وكتب في مصاحف أهل الإسلام، وألواح صبيانهم وغيرها كله كلام الله جل جلاله، غير مخلوق فمن زعم أنه مخلوق فهو كافر بالله العظيم .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">سمعت شيخنا الحاكم أبا عبد الله الحافظ يقول سمعت أبا الوليد حسان بن محمد يقول سمعت الإمام أبا بكر محمد بن إسحق بن خزيمة يقول القرآن كلام الله غير مخلوق، فمن قال: “إن القران مخلوق” فهو كافر بالله العظيم، لا تقبل شهادته، ولا يعاد إن مرض ولا يصلى عليه إن مات، ولا يدفن في مقابر المسلمين، ويستتاب فإن تاب وإلا ضربت عنقه . </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">فأما اللفظ بالقرآن فإن الشيخ أبا بكر الإسماعيلي الجرجاني ذكر في رسالته التي صنفها لأهل جيلان : من زعم أن لفظه بالقرآن مخلوق- يريد به القرآن &#8211; فقد قال بخلق القرآن .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">وذكر ابن مهدي الطبري في كتابه الاعتقاد الذي صنفه لأهل هذه البلاد أن مذهب أهل السنة والجماعة القول بأن القرآن كلام الله سبحانه، ووحيه وتنزيله، وأمره ونهيه غير مخلوق، ومن قال: مخلوق فهو كافر بالله العظيم، وأن القرآن في صدورنا محفوظ، وبألسنتنا مقروء، وفي مصاحفنا مكتوب وهو الكلام الذي تكلم الله عز وجل به، ومن قال: إن القرآن بلفظي مخلوق، أو لفظي به مخلوق فهو جاهل ضال كافر بالله العظيم. وإنما ذكرت هذا الفصل بعينه من كتاب ابن مهدي لاستحساني ذلك منه، فإنه اتبع السلف أصحاب الحديث فيما ذكره مع تبحره في علم الكلام، وتصانيفه الكبيرة فيه وتقدمه وتبرزه عند أهله.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">أخبرنا أبو عبد الله الحافظ قال: قرأت بخط أبى عمرو المستملي سمعت أبا عثمان سعيد بن إشكاب يقول: سألت إسحاق بن إبراهيم عن اللفظ بالقرآن فقال: “لا ينبغي أن يناظر في هذا، القرآن كلام الله غير مخلوق “.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">وذكر محمد بن جرير الطبري رحمه الله في كتابه (الاعتقاد) الذي صنفه في هذه المسألة، وقال: ” أما القول في ألفاظ العباد بالقرآن فلا أثر فيه نعلمه عن صحابي، ولا تابعي إلا عمن في قوله الغنا والشفاء، وفي إتباعه الرشد والهدى، ومن يقوم قوله مقام الأئمة الأولى أبي عبد الله أحمد بن حنبل رحمه الله، فإن أبا إسماعيل الترمذي حدثني قال: سمعت أبا عبد الله أحمد بن حنبل رحمه الله يقول: ” اللفظية جهمية “، قال عز وجل (فأجره حتى يسمع كلام الله) ممن يسمع؟ قال ثم : سمعت جماعة من أصحابنا لا أحفظ أسماءهم يذكرون عنه رضي الله عنه أنه كان يقول: من قال لفظي بالقرآن مخلوق فهو جهمي: ومن قال غير مخلوق فهو مبتدع”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">قال محمد بن جرير: “ولا قول في ذلك عندنا يجوز أن نقوله غير قوله إذ لم يكن لنا فيه إمام نأتم به سواه، وفيه الكفاية والمقنع، وهو الإمام المتبع رحمة الله عليه ورضوانه “. هذه ألفاظ محمد بن جرير التي نقلتها نفسها إلى ما هاهنا من كتاب الاعتقاد الذي صنفه.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">قلت: وهو- أعني محمد بن جرير- قد نفى عن نفسه بهذا الفصل الذي ذكره في كتابه كل ما نسب إليه، وقذف به من عدول عن سبيل السنة، أو ميل إلى شيء من البدعة، والذي حكاه عن أحمد رضي الله عنه وأرضاه أن اللفظية جهمية فصحيح عنه، وإنما قال ذلك لأن جهما وأصحابه صرحوا بخلق القرآن، والذين قالوا باللفظ تدرجوا به إلى القول بخلق القرآن، وخافوا أهل السنة في ذلك الزمان من التصريح بخلق القرآن، فذكروا هذا اللفظ وأرادوا به أن القرآن بلفظنا مخلوق، فلذلك سماهم أحمد رحمه الله جهمية. وحكي عنه أيضا أنه قال: ” اللفظية شر من الجهمية”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">وأما ما حكاه محمد بن جرير عن أحمد رحمه الله أن من قال: لفظي بالقرآن غير مخلوق فهو مبتدع، فإنما أراد أن السلف من أهل السنة لم يتكلموا في باب اللفظ ولم يحوجهم الحال إليه، وإنما حدث الكلام في اللفظ من أهل التعمق وذوي الحمق الذين أتوا بالمحدثات، وعتوا عما نهو ا عنه من الضلالات وذميم المقالات، وخاضوا فيما لم يخض فيه السلف من علماء الإسلام، فقال الإمام أحمد : هذا القول في نفسه بدعة، ومن حق المتسنن أن يدعه، ولا يتفوه به ولا بمثله من البدع المبتدعة، ويقتصر على ما قاله السلف من الأئمة المتبعة أن القرآن كلام الله غير مخلوق، ولا يزيد عليه إلا تكفير من يقول بخلقه.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:'Traditional Arabic';">أخبرنا الحاكم أبو عبد الله الحافظ، حدثنا أبو بكر محمد بن عبد الله الجراحي بمرو، حدثنا يحيى بن ساسُويه عن أبيه عبد الكريم السكري قال: قال وهب بن زمعة: أخبرني علي الباشاني قال: سمعت عبد الله بن المبارك يقول: ” من كفر بحرف من القرآن فقد كفر بالقرآن، ومن قال: لا أؤمن بهذه اللام فقد كفر”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';">.</span></p>
<p>Insyaallah bersambung ………pada bab</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;" dir="rtl"><span style="font-size:18pt;font-family:'Traditional Arabic';">[استواء الله على عرشه]</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andrieska.wordpress.com/201/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andrieska.wordpress.com/201/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=201&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/%d8%af%d9%88%d8%b1%d8%a9-%d8%a5%d9%85%d8%a7%d9%85-%d8%af%d8%a7%d8%b1-%d8%a7%d9%84%d9%87%d8%ac%d8%b1%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%b9%d9%84%d9%85%d9%8a%d8%a9-%d8%a7%d9%84%d8%b3%d8%a7%d8%a8%d8%b9%d8%a9-%d8%a7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>كتاب التوحيد الذي هو حق الله على العبيد الإمام محمد بن عبدالوهاب</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/%d9%83%d8%aa%d8%a7%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af-%d8%a7%d9%84%d8%b0%d9%8a-%d9%87%d9%88-%d8%ad%d9%82-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d8%b9%d8%a8%d9%8a%d8%af/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/%d9%83%d8%aa%d8%a7%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af-%d8%a7%d9%84%d8%b0%d9%8a-%d9%87%d9%88-%d8%ad%d9%82-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d8%b9%d8%a8%d9%8a%d8%af/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:40:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bahasa Arab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[وقول الله تعالى: (وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ)(1) وقوله: (وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ) (2) الآية. وقوله: (وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا) (3) الآية. وقوله: (وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/%d9%83%d8%aa%d8%a7%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af-%d8%a7%d9%84%d8%b0%d9%8a-%d9%87%d9%88-%d8%ad%d9%82-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d8%b9%d8%a8%d9%8a%d8%af/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=199&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';">وقول الله تعالى: </span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">(وَمَا خَلَقْتُ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">الْجِنَّ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">وَالْإِنسَ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">إِلَّا</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">لِيَعْبُدُونِ)</span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';">(1) وقوله: </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">(وَلَقَدْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">بَعَثْنَا</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">فِي</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">كُلِّ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">أُمَّةٍ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">رَّسُولاً</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">أَنِ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">اعْبُدُواْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">الطَّاغُوتَ)</span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';"> (2) الآية. وقوله: </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">(وَقَضَى</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">رَبُّكَ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">أَلاَّ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">تَعْبُدُواْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">إِلاَّ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">إِيَّاهُ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">وَبِالْوَالِدَيْنِ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">إِحْسَانًا)</span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';"> (3) الآية. وقوله: </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">(وَاعْبُدُواْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">اللّهَ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">وَلاَ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">تُشْرِكُواْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">بِهِ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">شَيْئًا)</span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';"> (4) الآية. وقوله: </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">(قُلْ تَعَالَوْاْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">أَتْلُ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">مَا</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">حَرَّمَ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">رَبُّكُمْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">عَلَيْكُمْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">أَلاَّ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">تُشْرِكُواْ</span></span><span><span style="color:red;" dir="ltr"> </span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">بِهِ شَيْئًا)</span></span><span><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';"> (5) الآيات.</span></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">قال ابن مسعود رضي الله عنه: من أراد أن ينظر إلى وصية محمد صلى الله عليه وسلم التي عليها خاتمة فليقرأ قوله تعالى: (</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">قُلْ تَعَالَوْاْ</span></strong><span style="color:red;" dir="ltr"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">أَتْلُ</span></strong><span style="color:red;" dir="ltr"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">مَا</span></strong><span style="color:red;" dir="ltr"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">حَرَّمَ</span></strong><span style="color:red;" dir="ltr"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">رَبُّكُمْ</span></strong><span style="color:red;" dir="ltr"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">عَلَيْكُمْ</span></strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">) – إلى قوله – (</span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">وَأَنَّ</span></strong><span style="color:red;" dir="ltr"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">هَـذَا</span></strong><span style="color:red;" dir="ltr"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">صِرَاطِي</span></strong><span style="color:red;" dir="ltr"> </span><strong><span style="font-size:16pt;font-family:'DecoType Naskh Special';color:red;">مُسْتَقِيمًا</span></strong><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">..) (6) الآية.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">وعن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال: كنت رديف النبي صلى الله عليه وسلم على حمار فقال لي: “يا معاذ أتدري ما حق الله على العباد، وما حق العباد على الله؟” فقلت: الله ورسوله أعلم. قال: “حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً، وحق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئاً” فقلت: يا رسول الله أفلا أبشر الناس؟ قال: “لا تبشرهم فيتكلوا” أخرجاه في الصحيحين.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">فيه مسائل:</span><span id="more-199"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الأولى: الحكمة في خلق الجن والإنس.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الثانية: أن العبادة هي التوحيد؛ لأن الخصومة فيه.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الثالثة: أن من لم يأت به لم يعبد الله، ففيه معنى قوله</span><span style="font-family:Wingdings;" dir="ltr">L</span><span dir="ltr"> </span><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">ولا أنتم عابدون ما أعبد)<sup>(7)</sup>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الرابعة: الحكمة في إرسال الرسل.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الخامسة: أن الرسالة عمَّت كل أمة.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">السادسة: أن دين الأنبياء واحد.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">السابعة: المسألة الكبيرة أن عبادة الله لا تحصل إلا بالكفر بالطاغوت؛ ففيه معنى قوله: ( فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله… ) <sup>( <img class="wp-smiley" src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" alt="8)" /> </sup> الآية.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الثامنة: أن الطاغوت عام في كل ما عُبِد من دون الله.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">التاسعة: عظم شأن ثلاث الآيات المحكمات في سورة الأنعام عند السلف. وفيها عشر مسائل، أولها النهي عن الشرك.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">العاشرة: الآيات المحكمات في سورة الإسراء، وفيها ثماني عشرة مسألة، بدأها الله بقوله: (لا تجعل مع الله إلهاً ءاخر فتقعد مذموماً مخذولاً)<sup>(9)</sup>؛ وختمها بقولـه: (ولا تجعل مع الله إلهاً آخر فتلقى في جهنم ملوماً مدحوراً)<sup>(10)</sup>، ونبهنا الله سبحانه على عظم شأن هذه المسائل بقوله: (ذلك مما أوحى إليك ربك من الحكمة) <sup>(11)</sup>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الحادية عشرة: آية سورة النساء التي تسمى آية الحقوق العشرة، بدأها الله تعالى بقوله: (واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئاً) <sup>(12)</sup>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الثانية عشرة:التنبيه على وصية رسول الله صلى الله عليه وسلم عند موته.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الثالثة عشرة: معرفة حق الله تعالى علينا.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الرابعة عشرة: معرفة حق العباد عليه إذا أدوا حقه.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الخامسة عشرة: أن هذه المسألة لا يعرفها أكثر الصحابة.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">السادسة عشرة: جواز كتمان العلم للمصلحة.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">السابعة عشرة: استحباب بشارة المسلم بما يسره.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الثامنة عشرة: الخوف من الاتكال على سعة رحمة الله.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">التاسعة عشرة: قول المسؤول عما لا يعلم: الله ورسوله أعلم.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">العشرون: جواز تخصيص بعض الناس بالعلم دون بعض.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الحادية والعشرون: تواضعه صلى الله عليه وسلم لركوب الحمار مع الإرداف عليه.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الثانية والعشرون: جواز الإرداف على الدابة.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الثالثة والعشرون: فضيلة معاذ بن جبل.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:'Traditional Arabic';">الرابعة والعشرون: عظم شأن هذه المسألة.</span></p>
<p><!-- Emoitions --></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andrieska.wordpress.com/199/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andrieska.wordpress.com/199/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=199&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/%d9%83%d8%aa%d8%a7%d8%a8-%d8%a7%d9%84%d8%aa%d9%88%d8%ad%d9%8a%d8%af-%d8%a7%d9%84%d8%b0%d9%8a-%d9%87%d9%88-%d8%ad%d9%82-%d8%a7%d9%84%d9%84%d9%87-%d8%b9%d9%84%d9%89-%d8%a7%d9%84%d8%b9%d8%a8%d9%8a%d8%af/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif" medium="image">
			<media:title type="html">8)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah dia Seorang akhwat yang ada di doaku?‎</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/apakah-dia-seorang-akhwat-yang-ada-di-doaku%e2%80%8e/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/apakah-dia-seorang-akhwat-yang-ada-di-doaku%e2%80%8e/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:34:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Inilah goresan pena dari sang ikhwan yang mendambakan akhwat sholehah, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam. Yaa……Rabbi…….. Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/apakah-dia-seorang-akhwat-yang-ada-di-doaku%e2%80%8e/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=197&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p dir="ltr">Inilah goresan pena dari sang ikhwan yang mendambakan akhwat sholehah, yang bisa bersama untuk mencintai Mu Ya Robbi dan mencintai Muhammad Shalallahu’alaihi wassalam.</p>
<p dir="ltr">Yaa……Rabbi……..<br />
<em>Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku<br />
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu<br />
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam<br />
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain</em></p>
<p><em>Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting<br />
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau<br />
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya<br />
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup<br />
Sehingga hidupnya tidak sia-sia</em></p>
<p><em>Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas<br />
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku<br />
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku<br />
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau</em></p>
<p><em>Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi<br />
Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki shalehah ketika aku berada di sisinya<br />
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal<br />
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal<br />
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa<br />
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang</em></p>
<p><em>Ya..Rabbi……<br />
Aku tak meminta seseorang yang sempurna<br />
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu<br />
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya<br />
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya<br />
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya<br />
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup</em></p>
<p><em>Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.<br />
Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman,<br />
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,<br />
Membangun keturunan yang sholeh,<br />
Membangun peradaban,<br />
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat</em></p>
<p><em>Karena aku sadar aku bukanlah<br />
orang yang semulia Abu Bakar Radhiyallahu,<br />
Atau setaqwa Umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,<br />
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu<br />
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.<br />
Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman<br />
yang punya cita &#8211; cinta</em></p>
<p><em>Ya…..Rabbii …….<br />
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku<br />
Buatlah aku menjadi ikhwan yang dapat membuatnya bangga<br />
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku</em></p>
<p><em>Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu</em></p>
<p><em>Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya<br />
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya<br />
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,<br />
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat</em></p>
<p><em>kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik<br />
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap</em></p>
<p><em>Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat<br />
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan<br />
Tapi awal sebuah langkah<br />
Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian<br />
Untuk belajar kesabaran &amp; ridho-Mu, ya Rabbi</em></p>
<p><em>Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:<br />
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang<br />
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.</em></p>
<p><em>Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat<br />
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan….</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right">Astaghfirullah, Wallahu’alam bisshowab</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;" dir="rtl" align="right">Dari ikhwan yang membutuhkan ampunan Allah azzawajalla, dan mengharapkan doaku dikabulkanNYA untuk mendapatkan istri yang sholehah.</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" dir="rtl"><em><br />
</em></p>
</blockquote>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andrieska.wordpress.com/197/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andrieska.wordpress.com/197/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=197&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/apakah-dia-seorang-akhwat-yang-ada-di-doaku%e2%80%8e/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelengkeng Penyembuh Luka Bakar</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/kelengkeng-penyembuh-luka-bakar/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/kelengkeng-penyembuh-luka-bakar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Buah sebesar biji kelereng ini daging buahnya berwarna agak bening dan banyak mengandung air. Konon, orang dari negeri Jiran akrab menyebutnya ‘mata kucing’, sedangkan di lidah orang Indonesia buah berkulit coklat ini lebih akrab dengan sebutan buah kelengkeng. Baik biji &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/kelengkeng-penyembuh-luka-bakar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=195&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><span>Buah sebesar biji kelereng ini daging buahnya berwarna agak bening dan banyak mengandung air. Konon, orang dari negeri Jiran akrab menyebutnya ‘mata kucing’, sedangkan di lidah orang Indonesia buah berkulit coklat ini lebih akrab dengan sebutan buah kelengkeng. Baik biji kelengkeng maupun daging buahnya, dapat digunakan sebagai penyembuhan penyakit. Ingin tahu apa sajakah?</span></em></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:black;"> Buah bulat sebesar biji kelereng, berkulit agak keras berwarna cokelat, daging buahnya putih lembut dan berair, berbiji hitam agak besar. Orang Cina mem­beri nama buah asli Asia ini <em>long yan rou, </em>yang artinya mata naga yang tajam. Kelengkeng juga disebut buah euforia, mungkin karena dapat mem­buat orang berenergi. </span><span style="color:black;">Merupakan buah musiman dengan rasa yang sungguh manis, cocok digunakan sebagai campuran minuman, karena<span> </span>terasa segar dikonsumsi saat hari terasa panas.<span style="color:black;"><br />
<strong><strong>Manfaat:</strong><br />
</strong>Kelengkeng berisi <em>phenolic </em>terutama yang terbanyak pada bijinya, seperti asam gallic, corilagin, dan asam ellagic, yang mengindikasikan adanya kandungan antioksidan.<br />
Bijinya juga mengandung saponin, tanin, dan lemak, sehingga kerap dipakai sebagai bahan pembuat sampo dan untuk mengatasi keringat berlebihan. Juga digunakan untuk menghentikan perdarahan. Di Cina, biji kelengkeng dibuat minyak. </span><br />
Daging buahnya tercatat dipakai secara tradisional untuk obat sakit perut (alat pencernaan), mengusir demam dan membunuh cacing perut, juga penangkal racun. Air seduhan daging buah yang dike­ringkan merupakan penyegar dan obat untuk insomnia, kelelahan kro­nis, perasaan lemah, tidak dapat konsentrasi, tidak nafsu makan.<br />
Di Vietnam, biji kelengkeng dimemarkan dan digunakan untuk mengobati luka akibat gigitan ular karena diyakini dapat menyerap bisa ular. Juga kerap digunakan untuk mengatasi luka bakar. Daun dan bunganya di Cina dijual sebagai herbal.<br />
Daunnya mengandung <em>quercitrin</em> dan <em>quercetin</em>, yang memiliki sifat antioksidan dan antivirus, sehingga bisa diman­faatkan untuk me­ngobati alergi, kanker, diabetes, dan penyakit kardiovasku­lar.<br />
Buah ini banyak mengandung sukrosa, glukosa, protein, lemak, dan asam tartaric yang merupakan sumber energi yang baik. Rasanya sangat manis dan berguna untuk meningkatkan stami­na, terutama sehabis sakit.<br />
Kelengkeng sangat baik untuk memenuhi kebutuhan energi bagi wanita hamil yang lemah atau sete­lah melahirkan. Bila dimakan dalam kondisi segar juga bisa mengurangi demam. Memakan buah ini secukupnya secara teratur dapat menambah nafsu makan, mencegah anemia, dan pemutihan rambut dini. Namun, jika makannya terlalu banyak akan membuat tubuh panas karena kelebihan energi.<br />
<strong>Kandungan gizi:</strong><strong><br />
</strong>Zat besi, magnesium, fosfor, potassium, vitamin A dan C, tiamin, kalsium, serat, protein. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span> Cara pemakaian:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#db3d2b;">Kulit terbakar </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ambil cangkang kelengkeng yang telah dibakar sampai gosong. Tumbuk halus dan campur dengan minyak tung (aleuritis fordii). Kemudian bubuhkan pada bagian yang terbakar. Ramuan ini tidak saja meringankan rasa panas yang menjalar tapi juga luka bakar tanpa meniggalkan bekas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><strong><span style="color:#db3d2b;">Luka borok yang tak kunjung kering</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ambil sedikit cangkang (kulit) kelengkeng atau biji buah, kemudian bakar sampai gosong seperti arang lalu tumbuk halus. Campur dengan minyak zaitun dan sebarkan ke daerah yang luka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><strong><span style="color:#db3d2b;">Kulit pendarahan akibat jatuh</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ambil beberapa biji kelengkeng yang telah kering, bakar sampai gosong seperti arang. Lalu tumbuk sampai halus dan sebarkan ke daerah yang luka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Karena buah kelengkeng merupakan buah musiman, kemungkinan Anda akan kesulitan untuk mendapatkan kulit dan biji kelengkeng disaat membutuhkannya. Ada cara yang bisa Anda pakai, yaitu saat musim kelengkeng tiba. Anda bisa menyimpan kulit dan bijinya dalam wadah khusus. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#db3d2b;">Caranya, </span></strong><span>cuci bersih kulit dan biji kelengkeng lalu jemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering, lalu simpan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Demikian sekilas tentang buah kelengkeng, di samping rasanya manis, ternyata banyak manfaatnya kan? Oleh karena itu sering-seringlah<span> </span>mengonsumsi, agar dapat mencoba manfaatnya. <strong>(Abu Fathimah)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size:9pt;font-family:'Arial Narrow';color:black;">Sumber: Senior 1-7 September 2006</span></em></p>
<p class="MsoNormal">Obat Keluarga Majalah Nikah Desember 2006, www.arifardiyansah.wordpress.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andrieska.wordpress.com/195/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andrieska.wordpress.com/195/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=195&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/kelengkeng-penyembuh-luka-bakar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>YOGURT, SUSU ASAM BERKHASIAT‎</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/yogurt-susu-asam-berkhasiat%e2%80%8e/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/yogurt-susu-asam-berkhasiat%e2%80%8e/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Serba-Serbi Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini barangkali sebagian besar dari kita mengenal yogurt hanya karena pernah mencoba produk-produk yang ada di pasaran atau bahkan ada yang hanya sekedar pernah tahu saja tapi belum pernah mencicipinya. Sedikit saja yang tahu seperti apa rasa yogurt “polos”, &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/yogurt-susu-asam-berkhasiat%e2%80%8e/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=193&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini barangkali sebagian besar dari kita mengenal yogurt hanya karena pernah mencoba produk-produk yang ada di pasaran atau bahkan ada yang hanya sekedar pernah tahu saja tapi belum pernah mencicipinya. Sedikit saja yang tahu seperti apa rasa yogurt “polos”, tanpa gula dan perasa yang dibuat sendiri di rumah. Padahal bentuk dan rasa seperti itulah, yaitu lebih mirip dengan susu basi adalah yogurt yang asli. Bahkan lebih sedikit lagi yang tahu bagaimana cara membuat yogurt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
APA SIH YOGURT ITU ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Yogurt adalah salah satu produk susu terkoagulasi (mengental), diperoleh dari fermentasi asam laktat melalui aktifitas bakteri <em>Lactobacillus delbrueckii</em> var. <em>bulgaricus</em> dan <em>Streptococcus salivarus</em> var<em>. thermophillus</em>, dimana mikroorganisme ini dalam produk akhir harus hidup aktif dan berlimpah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Yogurt pada awalnya adalah produk yang tanpa disengaja dihasilkan oleh para pengembara saat melintasi padang pasir di Asia Barat Daya. Mereka membawa persediaan susu di kantung yang terbuat dari usus domba, tanpa disadari bakteri dari usus domba dan cuaca yang panas mengubah susu menjadi dadih (susu yang menggumpal) setengah padat. Setelah dicicipi ternyata rasanya yang asam menyegarkan lebih digemari, bahkan lebih awet daripada susu segar. Salah satu situs internet sebuah universitas di Kanada menyebutkan bahwa yogurt berasal dari Bulgaria, sehingga salah satu dari kedua bakteri yang ditemukan aktif pembentuk yogurt dinamai<span> </span><em>L. bulgaricus</em>. Mungkin saja maksud mereka adalah ditemukan pertama kali pada masa modern ini dalam suatu penelitian ilmiah. Sedangkan asal muasalnya tetaplah dari Asia Barat Daya (Arab).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">KHASIAT YOGURT</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Satu hal utama yang membuat yogurt sebagai minuman istimewa adalah khasiatnya bagi kesehatan. Bukan baru-baru ini saja, masyarakat Timur Tengah telah memanfaatkan yogurt sebagai minuman kesehatan selama sekitar 4000 th yang lalu. Selain itu negara lain <span> </span>seperti Turki, Perancis, Mesir, India, Yunani, Bulgaria dan Rusia adalah Negara-negara yang telah menggunakan yogurt sebagai minuman sehari-hari, bahkan hadir dalam berbagai bentuk menu masakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Yogurt merupakan makanan hasil kerjasama dengan mikroorganisme. Tentu saja tidak sembarang mikroorganisme. Ada lima jenis bakteri yang ramah yang paling dikenal. Bakteri yang menguntungkan ini dikenal sebagai bakteri probiotik.. Diantaranya adalah: <em>Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium bifidum, Lactobacillus casei, Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus.</em> Dua bakteri terakhir adalah yang digunakan dalam pembuatan yogurt. Dua yang pertama hidup berdampingan dengan manusia dan saling membantu yang terdapat dalam usus manusia. Pada dasarnya kerja dua bakteri yogurt adalah menghasilkan asam laktat yang penting peranannya untuk menciptakan keseimbangan mikroflora usus. Keasaman yang dihasilkan mampu menghambat bakteri penyebab penyakit yang umumnya tidak tahan terhadap asam. Sementara bakteri lain yang memang seharusnya melimpah dirangsang untuk bertumbuh. Khasiat yogurt antara lain :</p>
<ul>
<li class="MsoNormal">Memproduksi vitamin, meningkatkan nilai gizi dan membantu      pertumbuhan</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;">Saat proses fermentasi, terjadi kenaikan kadar vitamin-vitamin sebagai hasil kerja bakteri, yaitu A, B2, B3, Biotin dan Asam Folat. Yogurt juga mengandung asama amino yang tinggi sebagai hasil kerja bakteri . Bakteri yogurt juga mampu mensintesis beberapa vitamin seperti riboflavin dan niacin serta thiamin. Mineral dalam yogurt meskipun tidak bertambah banyak, tapi menjadi lebih mudah untuk diserap tubuh.</p>
<ul>
<li class="MsoNormal">Memproduksi antibiotic alam melawan virus dan jamur</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;">L. bulgaricus, mampu menghasilkan zat antibiotika yang disebut bulgarikan. Zat ini berbeda dengan antibiotic yang biasa kita kenal. Antibiotic ini kerjanya lebih spesifik pada mikroorganisme yang merugikan saja sehingga berefek menguntungkan bagi kita. Lain dengan antibiotic biasa, yang umumnya bekerja menyapu bersih segala jenis mikroorganisme. Bakteri merugikan yang dihambat antara lain <em>Staphylococcus aureus</em>, <em>Shigella dysentriae</em> (penyebab disentri), <em>Salmonella typhii</em> (penyebab tipus), <em>Clostridium botulinum</em> (penyebab botulinum, yaitu keracunan makanan kaleng). Serta jenis bakteri probiotik lain yang memiliki kemampuan menghambat bakteri merugikan jenis lain pula.</p>
<ul>
<li class="MsoNormal">Menurunkan kolesterol</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;">Yogurt, susu asidophilus (dari bakteri <em>L. acidophilus</em>) dan susu bifidus (dari bakteri <em>Bifidobakterium bifidum</em>) mampu menurunkan kolesterol darah. Kemampuan ini berasal dari zat factor antikolesterol yang menghambat kerja enzim pembentuk kolesterol. Pengurangan kolesterol juga terjadi karena selama pertumbuhan bakteri menyerap sejumlah zat kolesterol ke dalam selnya. Penyerapan ini terjadi di usus kecil dan membantu mengurangi kolesterol dalam darah.</p>
<ul>
<li class="MsoNormal">Memerangi kanker dan tumor. Meningkatkan kekebalan      tubuh.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;">Bakteri asam laktat dalam usus besar mampu menyerap zat mutagenic dari makanan. Berarti dengan meminum atau memakan yogurt secara teratur dapat membantu mencegah kanker usus. Ketika “diadukan” langsung (dioleskan) dengan sel tumor, yogurt, susu acidophilus, susu bifidus, atau susu casei (susu L.casei contohnya adalah Yakult) dapat menghambat pertumbuhan sel tumor. Di samping itu zat tertentu yang diambil dari dinding sel bakteri bifidus dan <em>L. bulgaricus</em> juga memiliki efek antitumor dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap tumor.</p>
<ul>
<li class="MsoNormal">Memperpanjang Usia ?</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;">Yang satu ini mungkin controversial. Kalau manfaat yang lain bisa diuji dan diteliti, soal usia panjang sulit dibuktikan, karena masalah usia manusia adalah urusan Allah swt, bukan urusan manusia. Walaupun begitu manusia bisa saja berusaha bagaimana agar usianya lebih panjang. Yaitu dengan cara menjaga kesehatan, meskipun tidak jarang kita temui orang yang sehat tiba-tiba meninggal. Yang jelas kita berusaha menjaga kesehatan, sehingga terhindar dari penyakit yang dapat mengantarkan kita pada kematian.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;">Sebuah penelitian seorang ilmuan berkebangsaan Rusia, dia menyimpulkan bahwa usia manusia dapat diperpendek oleh racun dari dalam usus. Factor (ilmiah) panjangnya usia harapan hidup mencakup pola makanan, gaya hidup, kondisi lingkungan, dan bakat yang diturunkan secara genetic. Setelah melihat peran bakteri probiotik dalam yogurt seperti yang telah diuraikan di atas, jelaslah manfaat yogurt bagi kesehatan. Hal ini secara langsung atau tidak tentu berpengaruh pula dalam meningkatkan harapan hidup.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">KELEBIHAN YOGURT DIBANDING SUSU SEGAR</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Soal gizi, yogurt sendiri tak perlu diragukan. Sebab yogurt dibuat dari susu yang terkenal padat dengan zat gizi. Seperti halnya susu segar, yogurt tidak mengandung vitamin C dan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk tubuh, tapi yogurt merupakan sumber yang baik untuk mensuplai protein, fosfor, kalsium, magnesium, dan juga kalori. Selama fermentasi, gula susu (laktosa) turun menjadi sekitar 20%-50%. Kandungan protein, lemak dan mineral hamper sama dengan kandungan susu semula. Beberapa vitamin seperti A, B2, B3, biotin dan asam folat justru meningkat. Vitamin dan mineral pun menjadi lebih mudah diserap.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bagi penderita lactose intolerance, laktosa (gula susu) menyebabkan stess pada usus, dimana usus tidak mampu menghasilkan enzim lactase yang cukup untuk merubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Disebabkan karena rendahnya kadar laktosa pada yogurt, sehingga yogurt lebih dapat diterima (mudah dicerna) bagi mereka penderita lactose intolerance (alergi gula susu). Dapat dikatakan pula bahwa yogurt telah dicerna lebih dulu (predigested) oleh bakteri, dengan kata lain yogurt adalah “sisa-sisa” kunyahan bakteri, sehingga manusia tinggal menyerap gizinya dalam usus saja. Jika susu rata-rata bias 90% dicerna dalam waktu 3 jam, untuk yogurt hanya membutuhkan waktu 1 jam. Bakteri hidup dalam yogurt juga menyombang enzim lactase, yang diperlukan untuk mencerna sisa gula susu yang masih ada dalam yogurt. Dengan demikian sebagian besar penderita alergi gula susu tidak perlu khawatir mengalami gejala alergi setelah memakan atau meminum yogurt.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Yogurt jelas lebih awet disbanding susu segar. Susu segar sangat mudah rusak (basi-asam) oleh mikroorganisme, karena kandungan gizinya yang tinggi. Yogurt tahan hingga beberapa hari pada suhu ruang, bahkan tahan beberapa minggu jika disimpan dalam lemari pendingin. Asam laktat yang dihasilkan mikroorganisme dalam yogurt akan menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk yang umumnya tidak tahan asam. Jadi asam laktat sendiri berfungsi sebagai pengawet alami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">AGAR MEMPEROLEH MANFAAT</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Agar memperoleh manfaat dari yogurt yang diminum, pastikan bahwa bakteri probiotik pada yogurt masih hidup dan aktif, serta berjumlah milyaran. Kita dapat menguji hidup tidaknya bakteri yogurt secara sederhana di rumah. Siapkan susu segar (maksimum 6 jam setelah pemerahan) yang telah dimasak, kemudian masukkan beberapa sendok yogurt yang kita beli ke dalamnya. Tutup dan biarkan semalam . jika susu tidak menggumpal dan tetap tawar, berarti bakteri sudah mati. Kedua , jumlah bakteri harus cukup banyak (milyaran), untuk dapat “berperang” dengan bakteri merugikan dan dapat “menguasai usus. Jumlah ini sangat penting karena dari sejumlah bakteri dalam yogurt yang dimakan, hanya sebagian kecil yang sampai usus dalam keadaan hidup. Sisanya mati selama perjalanan sepanjang salauran pencernaan, terutama lambung. Jumlah bakteri adalah 2,5 milyar/gelas saat akan dimakan. Selama penyimpanan jumlah bakteri akan menurun, meski dalam pendingin. Untuk menguji jumlahnya memang sulit karena harus dilakukan di laboratorium. Jadi carilah produk yogurt yang masih baru dan sesegar mungkin, jika anda membeli di pasar swalayan. Atau anda bias membuatnya sendiri di rumah dengan cara yang paling sederhana. Masaklan susu segar, juka mulai mendidih kecilkan api, biarkan 10 menit. Matikan api dan tunggu hingga hangat. Tambahkan 4 sdm/L yogurt yang anda beli, aduk hingga rata. Tutup dan biarkan dalam panic 4-12 jam (tergantung kualitas yogurt yang ditambahkan), jaga agar tidak goyang. Sesekali boleh diamati untuk melihat keadaan susu sudah menggumpal apa belum. Atau jika sibuk, bisa anda diamkan semalam, untuk anda nikmati keesokan paginya. Anda bias langsung memakannya, atau mengaduknya agar pecah dan merata, lalu menambah pemanis seperti madu, gula atau sirup. Untuk pertama kali (jika memang belum biasa makan yogurt) jangan makan banyak-banyak, untuk membiasakan usus terlebih dahulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal">Sumber :</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">S.      Haryanto, Segarnya Yogurt, Bandung, 1998 (tanpa penerbit)</li>
<li class="MsoNormal">R.      Fuller, Probiotics : The Scientific Basis, Chapman &amp; Hall, 1992</li>
<li class="MsoNormal">www.      foodsci.uoguelph.ca/</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andrieska.wordpress.com/193/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andrieska.wordpress.com/193/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=193&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/24/yogurt-susu-asam-berkhasiat%e2%80%8e/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Takut Menikah..</title>
		<link>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/20/aku-takut-menikah/</link>
		<comments>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/20/aku-takut-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 07:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Pria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrieska.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Karena Belum Mantap Masalah satu ini juga bisa terjadi pada tiap orang pihak pemuda, pihak pemudi, baik yang sudah kerja atau yang belum, baik sudah lulus atau belum. Pertama kali, perlu diselidiki belum mantapnya itu karena apa, karena tak sedikit &#8230; <a href="http://andrieska.wordpress.com/2008/07/20/aku-takut-menikah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=188&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong>Karena Belum Mantap </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Masalah satu ini juga bisa terjadi pada tiap orang pihak pemuda, pihak pemudi, baik yang sudah kerja atau yang belum, baik sudah lulus atau belum. Pertama kali, perlu diselidiki belum mantapnya itu karena apa, karena tak sedikit yang beralasan belum mantap, ketika ditelusuri larinya juga menuju ketiga masalah ”belum” di atas. Namun ada juga yang belum mantap karena memang merasa persiapan dirinya kurang baik ilmu tentang pernikahan, keluarga, dan pernik-pernik di sekitarnya. Orang seperti ini malah tidak memusingkan masalah ketiga ”belum” di atas, karena memang dia merasa belum siap dan belum mampu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong>Solusinya tidak lain adalah mementapkan dan mempersiapkan diri.</strong> Hal ini bisa ditempuh lewat menuntut ilmu tentang pernikahan, dan keluarga, baik dengan menghadiri pengajian, yang membahas masalah tersebut atau dengan membaca buku-buku mengenainya. Penting pula untuk menimba pengalaman kepada orang yang sudah menikah, karena kadang-kadang buku-buku dan ceramah ilmiah dan formal tidak membahas masalah praktis yang detail yang diperlukan agar siap menikah.</p>
<p><strong>Karena Belum Cocok</strong></p>
<p><strong>Mungkin pula sudah lulus, sudah kerja, sudah berusaha cari calon pasangan tapi merasa belum menemukan pasangan yang cocok,</strong> sehingga belum jadi menikah pula, padahal sudah hampir tidak tahan ! Ini juga merupakan masalah yang bisa datang dari kedua belah pihak, baik pihak pemuda maupun pemudi. Kecocokan memang diperlukan. yang jadi ertimbangan dasar dan awal tetntu saja faktor agama, yaitu aqidah dan akhlaknya. Allah berfirman, yang artinya “<em>Mereka (perempuan-perempuan mukmin) tidak halal bagi laki-laki kafir. Dan laki-laki kafir pun tidak halal bagi mereka.” </em>(Al-Mumtahanah : 10)</p>
<p>Rasulullah juga bersabda, <em>“Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung).”</em><strong><em> </em></strong>(HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain)</p>
<p><span id="more-188"></span><strong>Keadaan yang lain adalah nomor dua setelah pertimbangan agama.</strong> Namun kebanyakan di sinilah ketidakcocokannya. Sudah dapat yang agamanya bagus tapi kok nggak cocok pekerjaannya, nggak cocok latar belakang pendidikannya, nggak cocok hobinya, warna matanya kok begitu, pakai kacamata, kok hidungnya…dan lain-lain.</p>
<p>Kalau mau mencari kekurangan tiap orang pasti punya kekurangan karena tidak ada manusia yang diciptakan secara sempurna. Sudah cantik, kaya, keturunan bangsawan, pandai, rajin, keibuan, penyayang, tidak pernah berbuat salah.</p>
<p>Ketika seorang pemuda atau pemudi sudah mau menikah, memang seharusnya cari tahu dulu tentang calon pasangan hidupnya ke sahabatnya, saudaranya atau ustadznya, atau yang lainnya, baik kelebihan maupu kekurangannya. Jika sudah tahu, tanyakan pada diri sendiri, apakah bisa menerima dan memaklumi kekurangan serta kelebihan si dia. Rasulullah bersabda, yang artinya, <em>“Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan. Bila dia membencinya dari satu sisi, tapi akan menyayang dari sisi lain.”</em> (HR.Muslim)</p>
<p>Jadi, jangan hanya melihat kekurangannya saja, tapi juga perlu melihat kelebihannya. Ketika kekurangan sudah bisa diterima, kelebihan akan lebih bisa menimbulkan perasaan suka. Karea itu, jangan sampai sulit nikah karena dibikin sendiri.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/andrieska.wordpress.com/188/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/andrieska.wordpress.com/188/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andrieska.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andrieska.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andrieska.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andrieska.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andrieska.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andrieska.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andrieska.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andrieska.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andrieska.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andrieska.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andrieska.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andrieska.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andrieska.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andrieska.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andrieska.wordpress.com&amp;blog=3781114&amp;post=188&amp;subd=andrieska&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrieska.wordpress.com/2008/07/20/aku-takut-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3bca04cbb48716c292ef1e97723fffac?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
